an end. (and a new start)

And after a very long time, akhirnya ini pertama kalinya gue nulis juga di blog tahun 2017 :)) So, how’s life? Baaanyak banget yang udah kejadian dalam kurun waktu terakhir kali gue nulis di sini, alias hampir 9 bulan lalu. Hubungan dengan beberapa orang ada yang membaik (dan ada juga yang menjadi sedang tidak bagus.)

Ada Bahagia yang Selama Ini Menanti

Halo, blog! Udah lama banget gue terakhir ngepost di sini, ya, hehehe. Sekitar 2 bulan, loh. Sekarang tau-tau udah Agustus aja. Well, gue akui sih, gue dari dulu antara bulan Juni-Juli selalu aja kumat rasa males nulis di blognya. Iya, soalnya kedua bulan itu pasti lagi masa-masanya liburan kenaikan kelas. Jadi yha, kegiatan gue kebanyakan…

Tepat 4 Sebulan Lalu

Bong, aku menulis ini bisa dibilang sebagai persembahan untuk ke-17 tahunnya kamu ada di semesta ini—tapi alasanku yang lain adalah sebagai tanda gue belum ada uang, sih. Tapi suatu saat, entah setahun kemudian (sebelum kita lulus, tentunya) aku pasti memberimu sesuatu untuk ingat padaku, selain tulisan ini. Ah, tapi  sudahlah. Aku jangan berjanji dulu, karena kamu sudah…

Sebelum Menuju Selanjutnya

Selamat tanggal 29 April blog, untuk ke-4 kalinya. You know, sekarang waktu surealis, dan masih ada beberapa jam menuju pagi dan menuju ke perjalanan gue selanjutnya. Jadi, dengan di temani playlist dari soundcloud, pada jam segini akan gue persembahkan post blog gue ini kepada manusia-manusia yang, bisa dibilang, ada disaat through my hard time. ((Wow))

Written by Heartbreak

So, hello, blog. Berhubung gue masih UTS tapi besok libur, gue rasa ini waktu yang tepat buat gue menulis, dan kali ini gue mau sharing tentang opini gue, yaitu tentang keadaan yang marak dialamin remaja zaman sekarang; heartbreak. Well, disini gue bukan membahas tentang ‘gue’ tapi tentang ‘opini gue’, so I won’t tell you when’s the…

meracau. #2

  Seperti berlari bersama detik. Tapi kau sendiri tidak tahu, kapan tepatnya detik itu berhenti. Kemudian olehNya, di bawa kau pergi jauh. Melewati ruang dan waktu, menuju singgasana keindahan– –tempat tenang, nyaman; impian. Menyaksikan galaksi berdistraksi, menatap bumi bagai teropong. Terbuai akan fantasi. “Biar sajalah kau cecap dulu hasil dari nafsumu!” UjarNya. Apa kau sendiri…