Written by Heartbreak

So, hello, blog.

Berhubung gue masih UTS tapi besok libur, gue rasa ini waktu yang tepat buat gue menulis, dan kali ini gue mau sharing tentang opini gue, yaitu tentang keadaan yang marak dialamin remaja zaman sekarang; heartbreak.

Well, disini gue bukan membahas tentang ‘gue’ tapi tentang ‘opini gue’, so I won’t tell you when’s the last time I felt ‘heartbreak’, lol.

Penulisan opini ini udah berlangsung lama dan sangat ingin gue keluarkan, sehubungan dengan apa yang gue liat di ask.fm, line dan berbagai macam social media lainnya. Rupanya, banyak kawan-kawan yang bisa dibilang seumuran gue, lagi ‘getol-getolnya’ mengalami itu.

 

Satu hal yang sangat ingin gue katakan ke kalian adalah,

Oh, dear, your life is still a long journey,

and you don’t have to wasted it with the wrong person.

 

Terutama, teruntuk yang suka curhat di ask.fm ke totally strangers untuk dimintai pendapat.

Have you ever thought it really wasted your time?

Pendapat gue, daripada curhat ke totally strangers, kenapa nggak curhat ke teman-teman terdekat, atau bahkan ke orang tua sendiri? Trust me, curhat sama orang tua, terutama Ibu di umur kita yang segini (ABG alias Remaja), benar-benar ngebantu dan bikin lega banget. Lebih menenangkan daripada curhat sama teman sendiri. Karena, Ibu itu lebih dewasa, pengalaman hidupnya lebih banyak, dan dia yang ngurus kita dari sebelum lahir. Gimana bisa dia nggak mengenal kita?

Atau, buat kalian yang suka bingung curhat sama siapa dan lebih suka “ngode” di social media kalian,

kalo mau yang lebih keren lagi, dari semua kegalauan dari patah hati itu coba disalurkan ke hal-hal yang bermanfaat, bagi orang lain, tapi yang terutama buat diri lo sendiri.

Salah satu contohnya?

Bisa lo salurkan dengan menulis, entah nulis puisi, jurnal, lagu bahkan blog, jadiin semua hal-hal yang lo lalui itu sebagai inspirasi. Trust me again, it really works.

Manfaatnya?

Galau lo hilang, hati tenang karena ada penyalurnya dan lo jadi lebih produktif. Lo bisa menciptakan sebuah karya.

Dan lagi, menulis menurut gue termasuk sangat efektif sebagai sarana pendewasaan. Pendewasaan untuk bisa lebih mengenal lingkungan dan terutama diri lo sendiri.

And for me, writing is about honesty and sincerity. About your feeling, your experience, your past, your imagination or everything.

Coba baca tulisan-tulisan yang terkenal atau lagi marak.

Dilan, it based on a true story isn’t it?

Atau karya-karya Dee Lestari? Duh, perjalanan hidup Dee Lestari sama panjang dan banyaknya dengan novel-novel yang dia tulis itu.

Atau tengok penyanyi-penyanyi yang terkenal, terutama karena tulisan lagu mereka sendiri.

Gue ambil contoh, Taylor Swift. Bukan rahasia lagi, kan, 90% lagu yang dia nyanyiin itu pure buatan dia sendiri dan berdasarkan pengalaman dia sendiri?

Coba lihat lagi John Mayer. Salah satu lagu yang berdasarkan pengalaman asli dia adalah “Dear Marie” dari album Paradise Valley, 2013. Lagu itu menceritakan tentang his ex zaman ABG dulu, yang sekarang sudah berkeluarga. Bisa dilihat dari liriknya yang berbunyi “Yeah, I got that dream, but you got yourself a family,”.

Mari ambil contoh lagi, Alex Turner, vokalis dari Arctic Monkeys. Dia bahkan menulis lagu bareng pacarnya pada saat itu (yang sekarang sudah jadi mantan), Johanna Bennett, Fluorescent Adolescent. Sekarang? Lagu itu jadi hits dimana-mana. Alex pun pernah bilang di salah satu interview (gue lupa sumbernya) “Almost all those songs in AM (album) is based on our (Band Member) stories,”

 

And another example that’s really genius; The 1975.

Udah dengar lagunya yang berjudul “A Change of Heart” dari album “I like it when you sleep, for you are so beautiful yet so unaware of it“?

Ah, you should read the lyrics. Itu semua gabungan dan kutipan dari lagu-lagu mereka yang sebelumnya udah rilis, yaitu “The City”, “Robbers” dan “Sex”.

Why I called it genius?

Karena, kalo dilihat dari lirik-lirik keempat lagu tersebut, it make a “stories”. Dari “The City” dan “Robbers” yang menggambarkan  sense “she’ll be the one” dan nuansa jatuh cinta. Kemudian dilanjutkan “Sex” yang menceritakan tentang kegundahan hati, and then “A Change of Heart”; tentang kekecewaan and he decided to left her, alias move on.

Kemudian; Coldplay.

My goodness, Chris Martin termasuk golongan manusia ter-romantis yang pernah gue tau.

He writes Fix You for Gwyneth Paltrow.

And all those songs in Ghost Stories is written because of her too, alias ditulis karena Chris cerai sama Gwyneth. Nggak heran makanya suasananya sendu banget.

 

Well, terserah mau gue dibilang lebay atau apa but I really appreciate little things like that. Like in a strange way, I feel them too. Because, you never know what are experiences the writer have been through until they can make a beautiful/cool/touching writing, isn’t it?

 

Karena, balik lagi ke awal, for me, writing is about honesty and sincerity.

 

Make them remember and regret because they have left you.

Or if you’re the one who left them, let them know that you’ve a great times with them or you’ve regret because of your mistake, and they’ll obviously remember you.

 

Trust me again, all those thousands of poems, stories, and lyrics that you make based on them, one day it will brings you the one that you need; entah itu kebahagiaan, passion, kepuasan/kebanggaan karena tulisan-tulisan lo banyak yang suka, atau apa pun itu.

 

It’s okay to crying now.

But please dear, in the next morning in your 3am thoughts, you should cry with words, not tears again.

 

Jadi sekiranya, that’s the point of the opinion I want to talked about.

(Dan gue menulis ini based on my experiences, tapi dengan ‘improvisasi’ dan sebagai pengingat diri gue sendiri.)

Thank you for your time to read this! :)

 

 

 

-AFA.

Save

Advertisements

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s