Sementara

A,

11:02.

 

 

Tuan,

tolong berikan aku kesempatan,

meski hanya sekedar kesementaraan.

 

Tentang hiruk,

dimana sosokmu tetap aku temukan meski terpuruk.

 

Berikan aku kesementaraan.

 

Dengan panas dari ragamu,

yang merenggut dinginku.

 

Sudah terlalu jauh hati ini berlari,

terputar-putar dalam lintasan fana rotasi.

 

Maka, berikanlah aku kesementaraan.

 

Bagaimana kita berbagi pikir,

dimana khayalmu berada selalu terorganisir.

 

Asa kita berdua sudah terlalu jauh,

dari jatuh.

 

Dan berakhir aku dengan menatap kebinasaan,

akan kesementaraan.

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Tuan… terimakasih kasih untuk kesempatan… menikmati sajak dalam irama ini ^^v

    1. annisafprl says:

      Wahahaha, terimakasih sudah menyempatkan diri untuk menikmatinya, Tuan/? :D

      1. Senang berkenalan dengan Tuan Puteri :) salam menulis

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s