Paper towns dan identity crisis

Setelah menonton film Paper Towns 2 minggu lalu, di tambah dengan membaca cerita perjalanan hidup seseorang dan masa pencarian mereka. Bagaimana cara mereka menyampaikan cerita tentang kejujuran diri mereka sendiri.. itu makin buat gue merasa,

Gue belum benar-benar menemukan diri gue.

Di film Paper Towns diceritakan Margo yang menghilang tiba-tiba dari keluarga dan teman-temannya, tapi sebenarnya ia meninggalkan pesan dengan maksud bahwa ‘dia baik-baik saja’. Quentin yang penasaran akhirnya pergi buat mencari Margo. Dan setelah mereka bertemu, ternyata Margo benar-benar memang tidak mau ada yang mengganggu dan sedang ‘menghilangkan diri’ dari kehidupan dia yang biasanya.

Pada sebuah blog yang sudah gue baca juga, disana diceritakan banyak bagaimana dia menghilang dari peradaban ‘kesehariannya’, pergi ke kota kecil dan tinggal sementara disana hanya untuk berpikir. Bagaimana masa-masa bimbang dan mempertanyakan dirinya ia lewati, hingga akhirnya ia menjatuhkan pilihan untuk hidupnya sendiri.

Di novel karangan John Green yang lain juga, banyak menceritakan tentang bagaimana mereka memulai sebuah perjalanan dan mengalami perubahan drastis. Bagaimana ada seseorang yang dapat mengubah hidupnya sampai seperti ‘itu’.

Ada juga pula sebuah blog yang menceritakan pejalanan satu tahunnya, berkeliling Indonesia, hanya diawali patah hati dan kepenatannya akan hidup. Dan saat ia kembali, sudah menjadi sosok yang lebih hidup.

Bagaimana mereka mengalami masa kehilangan, pencarian dan kebimbangan itu. Bagaimana mereka melewatinya dengan benar-benar ‘menghilang dari zona mereka’, hanya untuk berpikir dan menemukan. Dan kemudian mereka berkembang, menjadi yang jauh lebih baik dari mereka yang sebelumnya.

Maksudnya, yang membuat gue gak habis pikir adalah… Hanya berawal dari ‘situ’, mereka bisa menjadi sosok yang sekarang?

Soso-sosok itu membuat gue kagum; akan cerita hidupnya, akan keberanian mereka benar-benar jujur dan memahami diri mereka sendiri. Dan bagaimana mereka menjalani hari-harinya sekarang berbeda dari yang lain. ‘hidup yang tidak monoton’.

Dan setiap gue mengalami sedikit dari masa ‘kebimbangan’ tersebut, dalam hati dan pikiran gue selalu terbesit…

Apa gue juga harus menghilang dari sini hanya supaya gue bener-bener bisa menemukan arti sebenarnya?

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s