4 Letter

Love never felt so good.

And it will always be.

Ada banyak orang yang bahkan, selalu mengharapkan cinta itu. Selalu mencari, meski mereka tersakiti pada akhirnya. Percayalah, pada setiap perpisahan yang kamu alami pasti tidak pernah akan terasa sakit, sedih ataupun semacamnya. Maybe it sounds weird I talk about this now, karena beberapa orang yang mengenalku tau aku adalah orang yang suka mengannggap bahwa cinta itu kadang tidak nyata, hanya rasa sepintas, dan ke’lebay’an belaka.

Bukan, aku bukan orang yang tidak ‘berperikecintaan’, hanya saja, aku menganggap bahwa “Buat apa memberi cinta, berbagi cinta, meperlihatkannya di depan umum, kalau akhirnya itu hanya bersifat sementara dan belum tentu menjadi ‘masa depan’ kamu?”

Aku masih merona ketika membaca sebuah novel romantis, sambil membayangkannya.

Aku masih suka mengkhayal ‘sekedar’nya ketika melihat seorang laki-laki tampan atau yang aku harapkan atau yang katakanlah ‘sesuai dengan tipeku’.

Aku masih suka mendengar lagu-lagu romantis, dan kadang juga menjadi merona-entah-kenapa karenanya.

But I really don’t meant into some stupid relationship, or being so close and ‘something’ with someone.

Karena menurutku itu melelahkan dan membuang waktu. Menguras waktumu, padanya yang belum tentu jadi masa depanmu.

Well, disini aku bukan mau menjudge atau apa pun.

I just really sick about what happen around, and want to write up my opinion.

Meski kadang, jika dibayangkan hal-hal seperti itu akan menyenangkan dilakukan bersama.

Ketika ada yang tersenyum padamu tanpa alasan.

Ketika ada yang menunggumu pagi hari, dan mengucapkan “selamat pagi” yang manis.

Ketika ada yang mau menemanimu sekedar makan siang sederhana.

Ketika ada seseorang yang bisa kamu pikirkan sebelum tidur.

It sounds sweet, dream of all girls in the world.

But sometimes it sounds… bullshit.

Have you ever been in love? Horrible isn’t it? It makes you so vulnerable. It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up.
― Neil Gaiman, The Sandman, Vol. 9: The Kindly Ones

Cinta salah satu realita nyata. Seperti ketika kamu bermimpi indah, namun nyatanya terjaga.

Kemudian dalam hitungan detik saja, they’re can easily gone.

Advertisements

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s