Tentang Film: The Bucket List.

Ada yang udah pernah nonton atau denger film ini? Well, ini memang film lama, keluaran tahun 2007. Yang main di film ini adalah Morgan Freeman sama Jack Nicholson. Judulnya ‘The Bucket List’

image

Tadi pagi gue baru aja streaming nonton ini. And… Seriously, it such a very amazing movie.


The Bucket List sendiri artinya ‘Daftar Keranjang’, so, you have full the bucket before they kick the bucket. Film yang diperanin Morgan Freeman memang selalu jadi favorit gue. Macam Bruce Almigthy sama X-Men. Dan ini, bagi yang belum nonton, you guys really have to watch this.

Menceritakan tentang Edward (Jack) seorang direktur atau orang kaya tua, sombong, tetapi kesepian. Dan Carter (Morgan), seorang teknisi tua, sederhana tapi hidup bahagia dan pengetahuannya banyak (Carter diceritakan senang membaca buku dan sangat jenius). Mereka berdua sama-sama sakit kanker. Dirawat di rumah sakit yang dimiliki Edward, di kamar yang sama. Awal pertemuan mereka dingin memang, Edward merasa tinggi hati terhadap Carter. Tapi, setelah Edward melihat kebaikan dan kerendahan hati Carter, mereka akhirnya dekat. Singkat cerita, karena kondisinya itu, Carter menulis Bucket List di sebuah kertas. Isinya harapan yang dia belum kerjakan sewaktu muda. Tapi, setelah mengetahui umurnya tidak lama lagi, semua mimpinya hancur. Carter putus asa. Edward tahu akan hal itu. Dia akhirnya mengetahui juga mengenai catatan ‘The Bucket List’-nya Carter (yang sebelumnya dirahasiakan), yang ditemukan Edward di lantai kamar. Singkat cerita lagi, mereka merubah ulang Bucket List itu, dan memulainya bersama.

Awalnya Carter tidak percaya bisa melakukan hal-hal yang terlampau tidak mungkin bisa dilakukan olehnya, tetapi dengan Edward, semuanya terpenuhi. Mereka ke Italia, Mesir, India, China.. Hampir seluruh dunia mereka jelajahi. Skydiving, mengendarai mobil balap idaman, mendaki piramida, seluruh kegiatan mereka lakukan, kecuali satu; memanjat ke puncak Gunung Himalaya dan melihat keindahan ‘dunia’. Cuacanya saat mereka kesana sangat tidak memungkinkan. Padahal, mengunjungi puncak Himalaya tersebut terletak di Bucket List nomor satu.

Inti permasalahan di film ini adalah, bagaimana mereka mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing, dan berpengaruh kepada orang disekitarnya.
Edward yang hidupnya dipenuhi kemewahan, tapi tidak dengan kepercayaan dan kasih sayang, menyimpan cerita pedih dimasa lalunya. Ia mempunyai anak (entah dari istrinya yang keberapa). Dan pada saat anak itu masih kecil, Edward dan istrinya cerai. Singkat cerita, anaknya tumbuh dewasa. Tapi, hubungan Edward dengan anaknya (Emily) tidaklah baik. Pada saat Emily menikah, Edward tidak diundang ke pesta pernikahannya. Singkat cerita lagi, mereka tidak pernah berbincang dan berhubungan lagi satu sama lain.

Carter memberikan kejutan kepada Edward. Ketika mereka pulang dari perjalanan gila mereka (ini Carter yang memutuskan, ia akhirnya sadar bahwa keluarganya lebih membutuhkan dia daripada ia bersenang-senang dengan Edward, mengingat kondisi kesehatannya saat itu), Edward diajak ke rumah Emily (yang alamatnya masih disimpan Thomas, asisten setia Edward). Edward kaget dan marah. Ia merasa tidak siap, merasa gagal menjadi ayah, dan takut jika Emily tidak menerimanya. Ia marah kepada Carter, dan dari situ mereka akhirnya berpisah.

Singkat cerita, Carter meninggal lebih dulu. Kanker otaknya sudah terlalu parah. Dia juga meninggalkan pesan kepada Edward, bahwa harapan terakhir Carter untuk Edward adalah, find his happiness. Akhirnya, Edward mendatangi Emily, dan ia memulai segalanya dari awal. Dan pada saat scene pemakaman Carter, that’s really made me cryed.

Edward meninggal pada bulan May (lebih lama beberapa bulan, dari apa yang dikatakan dokter). Mayat mereka berdua di reinkarnasi atau dibakar menjadi abu, (seperti apa yang mereka obrolkan sewaktu di India), dan di simpan di dalam peti, yang kemudian di letakkan di puncak Himalaya. And all of the Bucket List have checked.

And, the story have ended.

Ini filmnya benar-benar banyak pelajaran yang bisa diambil. Yang paling utama sih, pasti tentu saja “We must believe to our dreams, and find our happiness,”. Dan scene yang menjadi favorit gue adalah ketika mereka Skydiving, dan akhiran film itu. Itu bener-bener bikin gue ‘merinding’.

Quote terfavorit gue dari film ini adalah narasi yang dibacain Carter ketika di pembukaan dan penutup film;

Even now I cannot understand the measure of a life, but I can tell you this. I know that when he (Edward) died, his eyes were closed and his heart was open. And I’m pretty sure he was happy with his final resting place, because he was buried on the mountain.

AFA.

Advertisements

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s