Pupus.

Ini sebenernya bingung mau nulis apa.

Dan gak tau kenapa judulnya begitu.

Ok. Baiklah, Annisa mulai menggaje disini. Menggaje? Bahasa mana, tuh?

Pupus. Itu sebenarnya judul lagu, yang dinyanyiin Dewa 19.

Kenapa suka sama lagu itu?

Awalnya, buka soundcloud, terus, ada yang nge-repost punya Gabriel Stevent Damanik, judul lagunya ‘Lagu Cinta’. Kemudian, aku buka profilnya, tuh. Ngedengerin semua covernya. Nah, dia juga nge-cover Pupus kan, tuh. Aku dengerin dan…………… omaygat bikin jatuh cintaaa. Dia kan emang keluaran ICIL tahun berapa gitu terus juara 3… Dan sekarang cakep banget huwaaaaaa /fangirlingan/

Ini nih linknya —> https://soundcloud.com/gabriel-stevent-damanik/pupus.

Aku mencintaimu, lebih dari yang kau tau. Meski kau takkan pernah tau.

Penggemar rahasia. Gak bisa berbuat apa-apa——–karena dia tahu akan posisinya. ‘Kamu siapa nya dia, sih?’
Lagu ini memang sebenarnya bikin nyesek. Ketika kamu menyukai seseorang, tetapi rasa itu tak terbalaskan.
Atau mungkin, ada juga, dia yang sudah lama memendam, bahagia bersamanya, tapi ternyata rasanya tak lagi sama.

Aku tak mengerti, apa yang kurasa. Rindu yang tak pernah, begitu hebatnya.

Ketika kamu merindukan seseorang, tetapi, kamu hanya bisa memendam. Ketika kamu merindukan orang yang dulu ada, tapi itu sudah berlalu.
Ketika kamu merindukan hal yang ada dulu, tapi apa sekarang?

Baru kusadari, cintaku bertepuk sebelah tangan.

Patah hati. Hati remuk. Rasanya semua hancur.
Katanya, itu yang dirasakan.

Ketika kamu tergugu dalam diam, menyimpannya dalam hati, tak mampu berkata-kata. Hanya bisa diam, melihat, dan merasakan. Tidak bisa berbuat.

I wanna feel that ‘feels’ again.

Ketika nyatanya kamu sudah tergantikan.

Ada rasa kebahagiaan disana, pun kekecewaan juga.
Hey, siapa sih yang posisinya ingin tergantikan?

Yang dulunya, kamu juara kelas, tapi ternyata ada seorang teman mu lagi yang bisa menyusul.
Yang dulunya, kamu masih bisa bercanda bersamanya, tapi sekarang tidak lagi, karena dia sudah mendapatkan orang lain lagi selain kamu.
Ketika dulu itu hanya dibagi untukmu, tetapi sekarang apa?

Ketika sebuah pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.
.
.
.
.
.
.
Ini jadi galau sama cinta, ya. Hahahaha. Enggak. Ini bukan curcol. Lagi mau nulis saja. Maaf lebay kali ya HAHAHA.
Segini dulu postingannya.

AFA.

Advertisements

Leave a Comment about my post below! Thankyou :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s